Minggu, 13 Oktober 2013

Kanker Ovarium


Kanker ovarium adalah sebuah penyakit sel tumor ganas di dalam ovarium wanita. Kanker ovarium adalah kanker di urutan kedelapan yang paling banyak menyerang wanita dan menjadi penyebab kematian nomor 5. Merupakan salah satu tumor yang paling sering ditemukan pada organ reproduksi wanita. Dikarenakan jaringan di dalam ovarium dan kompleksitas fungsi endokrin, sulit mendeteksi apakah tumor tersebut jinak atau ganas. Kanker ovarium juga disebut sebagai silent killer atau pembunuh bisu. Hal ini karena kanker ini menjangkiti wanita tanpa disadari di tahap awal dan ketika terdeteksi, kanker sudah berada di stadium lanjut yang mematikan. Saat diagnosis, mayoritas sel kanker sudah menyebar ke organ disekitarnya.
Pengertian kanker ovarium adalah suatu bentuk kanker yang menyerang ovarium. Kanker ini bisa berkembang sangat cepat. Bahkan dari stadium awal hingga stadium lanjut bisa terjadi hanya dalam 1 tahun saja. Kanker ovarium merupakan suatu proses lebih lanjut dari suatu tumor malignan di ovarium. Tumor malignan sendiri merupakan suatu bentuk perkembangan sel-sel yang tidak terkontrol sehingga berpotensi menjadi kanker. Itulah sekilas mengenai pengertian kanker ovarium.
Penyakit kanker ovarium merupakan penyakit yang disebabkan oleh serangan kanker pada bagian ovarium atau penghasil sel telur. Ya, kanker ovarium ini adalah tumor ganas yang terjadi pada bagian salah satu atau kedua penghasil sel telur ini. Pada umumnya terjadi pada wanita yang sudah menopause namun bukan tidak mungkin terkadang terjadi pada wanita yang masih di usia produktif atau muda. Kanker ovarium ini mencakup kanker tubafalopii atau bagian yang menghubungkan rahim dan indung telur dan bisa juga kanker peritoneum atau bagian rongga perut.
kanker-ovarium
Terdapat 3 jenis kategori untuk penyakit kanker ovarium, yakni sebagai berikut :
  1. Tumor epitel adalah tumor / kanker yang dimulai dari sel-sel yang menutupi permukaan luar ovarium.
  2. Germinal sel tumor merupakan perkembangan sel tumor dari sel-sel yang menghasilkan telur atau sel induk.
  3. Stroma tumor adalah tumor yang dimulai dari bagian sel-sel yang berperan dalam produksi hormon wanita.
Penyebab kanker ovarium :
1. Faktor lingkungan : tingkat kejadian kanker ovarium lebih tinggi di negara industri yang berkembang dan wanita di lapisan masyarakat atas, kemungkinan berhubungan dengan pola makan yang tinggi kolesterol. Selain itu, radiasi komputer, asbes dan talek dapat meningkatkan resiko terkena kanker ovarium. Merokok dan kurangnya vitamin A,C,E juga ada kaitannya.
2. Faktor endokrin : kanker ovarium lebih banyak terjadi pada nulipara atau wanita steril. Kehamilan tampaknya memiliki efek melawan kanker ovarium. Menurut kedokteran, ovulasi yang setiap hari menyebabkan epitel ovarium rusak berulang kali, ada hubungannya dengan kanker ovarium. Selain itu, kanker payudara, kanker endometrium dan kanker ovarium mudah terjadi bersamaan. Ketiga penyakit ini mempunyai sifat ketergantungan terhadap endokrin.
3. Faktor genetik dan keluarga : sekitar 20%-25% pasien kanker ovarium anggota keluarganya mengidap kanker.
Adapun gejala dari kanker ovarium adalah :
1. Nyeri perut berketerusan.
2. Menstruasi tidak teratur, pendarahan pada rahim yang tidak teratur, pendarahan pasca menopause.
3. Gejala akhir menunjukkan adanya penurunan berat badan secara progresif.
Sedangkan tanda-tandanya, diantaranya yaitu :
1. Adanya benjolan pada kedua sisi perut bagian bawah.
2. Benjolannya tidak bergerak.
3. Asites, dan sebagian besar berdarah.
4. Hilang nafsu makan dalam jangka waktu yang panjang, penurunan berat badan secara progresif, lemah dan lesu.
Kadangkala penyakit lain juga bisa menyebabkan gejala yang sama, belum tentu adalah kanker. Namun, gejala kanker stadium awal kadangkala tersembunyi, tidak akan berketerusan. Oleh karena itu, jika muncul gejala seperti yang telah disebutkan harus segera melakukan perawatan medis. Agar bisa didiagnosa lebih dini dan melakukan pengobatan.
Sebagai informasi, harapan hidup bagi penderita kanker ovarium yang sudah termasuk kanker ganas sangat tipis. Hal ini didasarkan pada stadium dan jenis kanker itu sendiri yang menentukan seberapa lama harapan hidup seseorang ketika terserang penyakit kanker ovarium. Sebagai contoh, wanita yang mengidap penyakit kanker ovarium terbatas pada daerah ovarium mereka saja, statistik mengatakan bahwa 60-70% dari wanita tersebut memiliki harapan hidup selama 5 tahun adalah dengan persentase 10-20%. Penderita kanker ovarium ini sendiri dapat tidak terselamatkan lagi karena malnutrisi dan obstruksi usus halus.
Belum lagi kebanyakan penderita baru berkonsultasi ketika rasa sakitnya sudah keluar dari daerah ovarium. Maka dari itu, tidak hanya ketika terjadi gejala-gejala penyakit kanker ovarium yang telah disebutkan di atas. Hal ini disebabkan oleh beberapa keadaan yang tidak menunjukkan tanda yang jelas. Akan lebih baik memang berkonsultasi dan rutin memeriksakan diri ke dokter spesialis.
Berikut ini strategi pencegahan Kanker Ovarium :
1. Pemakaian pil pengontrol kehamilan
Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi secara oral (pil KB) untuk tiga sampai lima tahun diperkirakan mengurangi resiko terkena kanker ovarium (kanker indung telur) hingga 30 sampai 50 persen lebih rendah. Penggunaan pil KB secara rutin paling tidak selama enam bulan memberikan perlindungan terhadap resiko kanker ovarium (kanker indung telur).
2. Operasi sterilisasi atau hysterectomy (pengangkatan rahim)
Operasi sterilisasi berupa pengikatan saluran indung telur untuk mencegah kehamilan mengurangi 67 persen resiko terkena kanker ovarium (kanker indung telur).
3. Kehamilan dan menyusui
Melahirkan dan memberikan ASI minimal satu tahun mengurangi resiko terkena kanker ovarium (kanker indung telur).
4. Diet
Gaya diet yang memperbanyak makan sayur terbukti mengurangi resiko terkena kanker ovarium (kanker indung telur). Apalagi, bila Anda membatasi konsumsi daging dan makanan yang mengandung lemak jenuh.
5. Olahraga
Olahraga ringan hingga olahraga sedang yang dilakukan rutin minimal tiga kali dalam seminggu dengan waktu olahraga minimal 15 menit, dapat meningkatkan kekebalan tubuh, memperbanyak antioksidan, dan mengurangi resiko kegemukan. Semua dampak baik dari olahraga itu penting untuk kesehatan, termasuk mencegah terkena kanker.
6. Pemakaian obat penghilang rasa sakit
Pemakai aspirin, asetaminofen, dan ibuprofen dapat mengurangi resiko kanker ovarium (kanker indung telur).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar