Minggu, 13 Oktober 2013

Mengenal Lebih Jauh Kanker Hidung


Tahukah Anda apa itu kanker hidung? Kanker hidung atau karsinoma nasofaring (KNF) adalah penyakit kanker ganas yang menyerang rongga hidung (nasofaring). Kanker ini sering diderita oleh mereka yang berumur 15-25 tahun dan bisa pada kelompok umur 60-65 tahun. Jadi ada dua peak incidences yaitu usia remaja dan dewasa tua. Penderita kanker tersebut lebih dominan laki-laki ketimbang perempuan.
Nasofaring merupakan salah satu bagian dari faring (saluran sistem pernapasan). Faring yang disebut juga dengan tekak, merupakan saluran yang berada di antara rongga hidung, rongga mulut dan tenggorokan. Jadi, faring berada di antara tiga saluran tersebut.
Menurut anatominya, faring tersusun atas nasofaring, yaitu saluran yang berhubungan dengan hidung; orofaring, yaitu saluran yang berhubungan dengan mulut; serta laringofaring, yaitu yang berhubungan dengan laring. Kanker hidung sebenarnya merupakan kanker yang berada di daerah nasofaring.
Dari data statistik, diketahui kanker ganas ini sering diderita penduduk dinegara-negara Asia Tenggara dan juga banyak ditemukan pada penduduk propinsi Sechuan yang terkenal dengan kelezatan masakannya di daratan China.
Kanker hidung jauh berbeda dengan kanker lain yang tampak oleh mata, seperti kanker payudara ataupun kanker rahim. Kanker hidung atau kanker nasofaring sulit terlihat dan juga sulit untuk dirasakan. Karena itu, kanker hidung sulit terdeteksi pada stadium awal oleh dokter.
Penderita akan merasa badan demam, tidak enak. Kepala sangat pusing dan hidung sering terganggu seperti rasa tersumbat, agak pilek dan beberapa kali mimisan/ keluar darah dari hidung. Kadangkala suara berubah menjadi sengau. Pada sebagian penderita tidak merasakan apa-apa, kecuali tampak benjolan dileher yang makin lama makin membesar. Benjolan ini adalah anak sebar dari kanker hidung yang telah mencapai kelenjar getah bening di leher. Kondisi pasien umumnya bergizi sedang atau baik.
kanker-hidung
Secara umum gejala awal kanker hidung dapat diprediksi sebagai berikut :
Gejala pada Hidung
Munculnya sumbatan pada hidung. Sumbatan ini timbul akibat pertumbuhan tumor di dalam rongga nasofaring. Sumbatan ini biasanya dibarengi dengan gangguan penciuman dan adanya ingus yang kental.
Seringnya mimisan atau pendarahan dari hidung. Meskipun jumlah mimisan ini sedikit, namun terjadi berulang-ulang. Mimisan bercampur dengan ingus sehingga berwarna merah jambu atau terdapat garis-garis darah yang halus dalam ingus. Kemungkinan seorang penderita mengalami kanker hidung bila terserang pilek cukup lama, lebih dari satu bulan. Usia penderita di atas 40 tahun, dan tidak mempunyai kelainan pada hidung.
Gejala pada Telinga
Terjadinya gangguan pendengaran misalnya kurang jelas atau sukar mendengar. Telinga seperti berisi cairan yang memenuhinya. Juga muncul suara berdenging di salah satu sisi telinga.
Gejala pada Kelenjar Leher
Sebagian besar penderita kanker hidung mengalami pembesaran kelenjar leher, baik di satu sisi maupun kedua sisi. Pembesaran ini sebenarnya adalah kanker yang telah menyebar, sehingga bila diraba, benjolan tersebut terasa keras dan tidak nyeri.
Gejala-Gejala Tahap Lanjut
Pada kanker hidung tahap lanjut, gejala-gejala di atas akan menimbulkan gangguan pada mata atau penglihatan. Hal ini disebabkan oleh kelumpuhan otot-otot kelopak mata sehingga tidak bisa membuka mata secara normal. Selain itu, pandangan penderita kanker hidung menjadi bias atau mengganda. Hal ini disertai dengan rasa nyeri di kepala yang sangat hebat.
Bila kanker hidung telah menyebar di daerah mulut, penderita akan kesulitan untuk menelan hingga tidak mampu bersuara. Hal ini mengakibatkan kondisi kesehatan fisik penderita menurun secara cepat.
Efek terberat adalah apabila kanker hidung telah menjalar melalui darah dan aliran limfe sel-sel sehingga mengenai organ-organ vital seperti tulang, paru dan hati. Akibatnya, terjadi kerusakan organ seperti nyeri tulang, sesak napas, gangguan pencernaan dan sebagainya. Ketika hal ini terjadi, maka penderita akan sulit untuk disembuhkan.
Kanker hidung disebabkan oleh virus EBV (Epstein-Barr virus) dan juga kondisi ventilasi dan udara pernafasan yang tidak baik seperti : banyak asap, mengandung pollutan bahan kimia dan asap rokok. Juga berperan dalam terjadinya KNF adalah terbentuknya zat nitrosamine yang bersifat fatal, memicu sel-sel hidung normal mengalami perubahan ganas menjadi se-sel kanker.
Nitrosamine terbentuk, apabila daging asap atau ikan asin dipanaskan saat dimasak, maka protein daging dan ikan yang diawetkan tersebut akan membentuk bahan aktif nitrosamine yang sangat berbahaya. Uap dari masakan panas tersebut terhirup oleh mereka yang mengkonsumsi masakan dalam kondisi masih panas. Memang ciri khas Chinese food, adalah dinikmati dalam keadaan panas-panas. Kalau dingin tidak enak.
Hal ini mungkin dapat menjelaskan, kenapa mereka yang di propinsi Sechuan yang sangat populer dengan  seni dibidang kuliner, masyarakatnya lebih banyak terkena KNF dibandingkan propinsi lain di daratan China.
Dari sudut kesehatan, mengkonsumsi makanan yang diawetkan sangat tidak baik dan berisiko menimbulkan kanker, seperti : daging asap, lidah asap, ikan asin dan juga makanan dalam kaleng yang diberi bahan pengawet, perasa dan pewarna bahan kimia agar tahan lama.
Jadi kembalilah ke alam, konsumsi makanan segar yang dipetik dari halaman sendiri, atau belilah sayur, buah dan daging yang  dalam keadaan segar, misalnya di tempat petani langsung atau di pasar tradisional.
Berdasarkan klasifikasi histogatologi, kenker hidung dibagi tipe, yaitu WHO1, WHO2 dan WHO3. WHO1 yaitu karsinoma sel skuamosa dengan keratinisasi, sedangkan WHO2 penjelasan histologinya yaitu karsinoma tidak berkeratin dengan sebagian sel berdiferensiasi sedang serta sebagian lainnya dengan sel cenderung diferensiasi baik. WHO3 merupakan karsinoma yang sangat heterogen, dimana sel ganas membentuk sinsital dengan batas sel yang tidak jelas.
Jenis kanker hidung yang sering terjadi adalah WHO2 dan WHO3, sedangkan kasus kanker hidung sendiri bisa saja terjadi pada semua umur. Namun, jarang sekali diderita oleh orang yang berusia di bawah 20 tahun dan didominasi oleh yang berusia sekitar 45-54 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar