Cerita Korban Kecelakaan Kereta Maut di Bintaro
Jakarta - Kepanikan penumpang pecah, ketika Commuter Line KA 1131 jurusan Serpong-Tanah Abang menyeruduk truk tangki B 9265 SEH milik PT Pertamina, di pintu perlintasan Bintaro Permai, Pondok Betung, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Kereta bertenaga listrik itu, sempat oleng sebelum menabrak truk berisi muatan 24 Kiloliter bahan bakar minyak jenis premium itu.
Korban selamat, Dinda Irmawati, menuturkan kereta sempat oleng, kemudian terbalik setelah menabrak truk tangki.
"Sebelum ngerem, sebelum ketabrak, kereta sudah oleng. Asisten (masinis) sudah buka pintu (ruang masinis), tapi tidak sempat menyuruh ke belakang. Saat buka pintu, kereta nabrak truk, meledak dan api masuk ke dalam," ujar Dinda, di lokasi kejadian, Senin (9/12).
Dikatakan Dinda, pada saat kejadian, dia berpegangan dengan besi. Kebetulan, posisinya berada di atas ketika gerbong terbalik.
"Saya pegangan besi. Rambut terbakar sedikit. Tas tadinya nyantel, lalu saya lepas karena tidak kuat. Saat itu saya berdiri, saya posisinya di atas setelah terbalik. Saya nginjek orang yang di bawah. Mereka pada teriak-teriak minta tolong. Ga lama saya lihat warga coba buka pintu," ungkapnya.
Dinda menyampaikan, rata-rata korban adalah ibu-ibu. Pasalnya, gerbong pertama dan kedua yang terbalik merupakan gerbong khusus wanita.
"Saya persis di belakang gerbong masinis, karena ramai. Saya diri, karena nggak kebagian kursi. Saya lihat korban rata-rata ibu-ibu. Mereka panik saat kejadian. Pada teriak Allahu Akbar, Allahu Akbar," bilangnya.
Dinda mengaku menjadi korban ketiga yang keluar dari kereta tersebut, setelah ditarik ibunya bernama Puji Rahayu.
"Mama saya yang nolong, narik ke atas. Saya orang ketiga yang keluar. Mama selamat. Saya naik kereta sama mama dan teman mama saya, Ibu Beti," tandasnya.
Nyawa Selamat, Barang Berharga Raib
Sementara itu, Rahmawati (48), warga Pondok Pucung Jombang, Tangerang Selatan, terlihat syok dan menangis di Sekretariat RW 09, Kelurahan bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Rahmawati termasuk salah satu korban selamat dalam kecelakaan maut itu. Ia tampak kebingungan, karena barang-barang berharganya hilang saat dievakuasi dari gerbong lima.
"Baju pengantin hilang, uang saya Rp1.200.000 dan HP Flexi hilang. Saya bingung karena itu baju pengantin sewa. Saya bingung gantinya," bilangnya.
Ia melanjutkan, sebelum peristiwa itu, Rahma naik dari Stasiun Sudimara, Jombang. Tujuannya ke Palmerah untuk menukar baju pengantin yang akan digunakannya untuk resepsi, Kamis (12/12) mendatang.
"Itu baju pengantin tidak cocok jadi mau ditukerin, tapi malah hilang," katanya.
Senada dengan Rahma, Tin (39), terpaksa meninggalkan tas berisi laptop saat proses evakuasi.
"Saya mau menuju Palmerah dari Sudimara Jombang. Saya dagang di kantin Bank Mandiri. Tas saya hilang satu yang isi laptop, tapi dua tas yang isi bakso saya bawa," tukasnya.
Penulis: Bayu Marhaenjati/ARD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar