Minggu, 13 Oktober 2013

Kanker Darah Mengancam Penderita Diabetes


DiabetesKanker darah disebut pula dengan leukemia. Semua kanker dimulai dari sel-sel yang membentuk darah dan jaringan-jaringan lain. Secara normal, sel-sel tumbuh dan membelah untuk membentuk sel-sel baru ketika tubuh membutuhkan mereka. Ketika sel-sel tumbuh menjadi tua, mereka mati, dan sel-sel baru pun mengambil tempat mereka.
Pada orang-orang yang menderita leukemia, sumsum tulang menghasilkan sel-sel darah putih abnormal yang disebut sel-sel leukemia. Peristiwa tersebut terjadi ketika sel-sel leukemia berfungsi hampir secara normal, tapi kemudian mendesak sel-sel darah putih, sel-sel darah merah, dan platelet-platelet yang normal. Akibatnya, fungsi kerja darah pun menjadi terbebani.
Namun, adakalanya proses yang teratur ini berjalan salah. Sel-sel baru terbentuk ketika tubuh tidak memerlukan mereka dan sel-sel tua tidak mati ketika mereka seharusnya mati. Nah, leukemia adalah kanker yang bermula pada sel-sel darah tersebut.
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ahli dari The Miriam Hospital menyebutkan bahwa pasien diabetes tipe 2 memiliki kesempatan terserang kanker darah sebesar 20%. Studi yang telah diterbitkan dalam jurnal Blood dan American Society of Hematology tersebut seolah menambah bukti bahwa diabetes memang berhubungan dengan pertumbuhan jenis kanker tertentu.
Jika penelitian sebelumnya menyebutkan diabetes berkaitan dengan penyakit kanker hati dan pankreas, hubungan diabetes dengan kanker darah bisa dikatakan masih tergolong jarang ditemukan penyebabnya. Para ahli bahkan tidak yakin apa yang menyebabkan hal itu.
Castillo dan timnya menganalisis berbagai penelitian tentang diabetes dan tiga jenis kanker darah, leukemia, lymphoma, dan myeloma. Mereka menemukan bahwa meningkatnya jumlah penderita diabetes tipe 2 juga mempengaruhi peningkatan pasien kanker darah.
Uniknya, para ahli menuturkan ketiga jenis kanker darah memiliki angka kasus yang berbeda di setiap negara. Misalnya penderita lymphoma lebih banyak ditemukan di Asia dan Eropa, sementara leukemia memiliki kasus tertinggi di Amerika Serikat dan Asia.
Penting untuk diingat bahwa diabetes tipe 2, untuk beberapa kasus, bisa dicegah melalui perubahan gaya hidup, misalnya diet dan olahraga. Jadi dengan mencegah diabetes tipe 2, Anda juga sekaligus mencegahkanker darah. Meskipun demikian, studi lebih lanjut tetap diperlukan. Castillo pun percaya penelitian di masa depan akan lebih bisa fokus pada faktor obesitas, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok terhadap penyakit diabetes dan kanker.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar