Kenali Kanker Darah Secara Dini
Kanker darah atau lebih dikenal dengan Leukimia termasuk dalam klasifikasi penyakit serius dan fatal. Kanker darah kerap menyerang anak-anak dan ini merupakan jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Kanker darah menyerang sistem darah yakni sumsum tulang belakang dengan ditandai adanya perbanyakan secara tidak normal atau transformasi maligna dari sel pembentuk darah di sumsum tulang belakang dan jaringan limfoid yang pada umumnya terjadi pada sel darah putih. Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga tipe sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oksigen ke dalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).
Perlu diwaspadai bagi para orang tua yang masih mempunyai anak kecil bawah kanker darah umumnya muncul pada diri seseorang sejak di masa kecilnya. Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih mereproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/sinyal secara teratur kapankah sel darah diharapkan bereproduksi kembali.
Kanker darah dikatakan telah terjadi jika sel normal dalam sumsum tulang belakang telah tergantikan dengan sel tidak normal. Pada kasus kanker darah, sel darah putih tidak merespon terhadap tanda/sinyal yang diberikan. akibatnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya.
Penyakit kanker darah belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun ada beberapa faktor yang dipercaya dapat mempengaruhi terjadinya kanker darah. Faktor tersebut antara lain adalah:
- Radiasi material berbahaya
Radiasi dapat meningkatkan frekuensi LMA, namun tidak ada laporan mengenai peningkatan LLK yang terpapar radiasi.
- Faktor Leukemogenik
Ada beberapa zat kimia yang dapat mempengarui terjadinya kanker darah pada tubuh manusia. Zat kimia ini antara lain adalah :
- Racun cemaran lingkungan misalnya Benzema.
- Bahan-bahan industri seperti insektisida, pestisida dan lain-lain.
- Obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.
Gejala kanker darah (Leukemia) yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderit a, tergantung pada jumlah sel leukimia dan keberadaannya menumpuk dimana di dalam tubuh. Namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
- Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).
- Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).
- Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.
- Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih. Nyeri Perut.
- Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.
- Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.
- Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Seringkali kanker darah atau leukemia bisa terdeteksi pada saat melakukan pemeriksaan darah secara rutin. Ketika mengalami gejala yang mengarah pada leukemia, lebih baik segera melakukan pemeriksaan. Hal-hal berikut adalah pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan penyakit leukimia.
Pemeriksaan secara fisik
Pemeriksaan secara fisik meliputi pemeriksaan kelenjar getah bening, limpa dan hati. Dalam pemeriksaan ini ditujukan untuk mengukur kadar infeksi dan jumlah sel leukimia di dalam getah bening dan melihat apakah hati dan limpa anda sudah terinfeksi serta menjadi bengkak karena penyumbatan saluran kandung empedu atau infeksi yang lainnya.
Pemeriksaan secara fisik meliputi pemeriksaan kelenjar getah bening, limpa dan hati. Dalam pemeriksaan ini ditujukan untuk mengukur kadar infeksi dan jumlah sel leukimia di dalam getah bening dan melihat apakah hati dan limpa anda sudah terinfeksi serta menjadi bengkak karena penyumbatan saluran kandung empedu atau infeksi yang lainnya.
Pemeriksaan darah
Darah anda akan diambil contohnya dan akan dilakukan perhitungan jumlah sel darah putih, sel darah merah dan plateletnya. Leukimia menyebabkan sel darah putih sangat tinggi. Selain sel darah putih yang tinggi, sering juga ditemukan tingkat trombosit dan hemoglobin yang rendah dalam sel darah merah.
Darah anda akan diambil contohnya dan akan dilakukan perhitungan jumlah sel darah putih, sel darah merah dan plateletnya. Leukimia menyebabkan sel darah putih sangat tinggi. Selain sel darah putih yang tinggi, sering juga ditemukan tingkat trombosit dan hemoglobin yang rendah dalam sel darah merah.
Biopsi
Biopsi adalah pengambilan sebagian jaringan sumsum tulang untuk mengetahui apakah sel leukimia ada disitu atau tidak. Untuk melakukan biopsi, akan dilakukan anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit pada saat dokter mengambil beberapa sampel sumsum tulang belakang dari tulang pinggul atau tulang besar lainnya.
Biopsi adalah pengambilan sebagian jaringan sumsum tulang untuk mengetahui apakah sel leukimia ada disitu atau tidak. Untuk melakukan biopsi, akan dilakukan anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit pada saat dokter mengambil beberapa sampel sumsum tulang belakang dari tulang pinggul atau tulang besar lainnya.
Demikian bahasan mengenai penyebab, gejala dan pemeriksaan kanker darah atau leukemia. Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk tetap sehat dan fit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar