Kanker Esofagus
Kanker esofagus termasuk kanker yang banyak dijumpai. Di seluruh dunia sekitar 30 juta orang meninggal karena kanker esophagus. Kejadian pada laki-laki jauh lebih tinggi dari pada perempuan, perbandingan antara laki-laki dan perempuan antara 1.1 sampai 17:1. Semakin tua semakin besar kemungkinan terserang kanker esophagus, usia di bawah 35 tahun memiliki kemungkinan yang lebih rendah, usia 35 ke atas memiliki tingkat kemungkinannya secara bertahap meningkat, usia 60 sampai 69 lah usia paling tinggi untuk kejadian kanker esophagus. Tapi jangan khawatir, sikap yang tanggap terhadap gejala awal dan dikombinasikan dengan pengobatan yang canggih dan efektif dalam pengobatan kanker esophagus, dapat meningkatkan harapan hidup bagi pasien.
Kanker esofagus adalah kanker yang menyerang saluran cerna yang berada pada tenggorokan yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung. Di dunia setiap tahun terdapat 310.000 kasus baru penderita kanker esofagus. Esofagus merupakan bagian dari saluran pencernaan. Fungsinya adalah untuk memindahkan makanan dari mulut ke perut untuk pencernaan. Ini diklasifikasikan sebagai otot dan terdiri dari beberapa lapisan: lapisan batin, submucosa, lapisan otot, dan lapisan luar. Kanker esofagus umumnya mulai tumbuh dalam lapisan batin esofagus dan dapat menyebar ke jaringan surround. Sel-sel kanker juga dapat memutuskan dan menemukan cara mereka ke bagian lain dari tubuh yang merangsang tumor kanker lain untuk tumbuh. Ini disebut metastasis.
Kanker esofagus merupakan jenis kanker yang sering ditemukan di daerah yang dikenal dengan julukanAsian Esophageal Cancer Belt yang terbentang dari tepi selatan laut Kaspia di sebelah barat sampai ke utara Cina meliputi Iran, Asia Tengah, Afganistan, Siberia, dan Mongolia
Yang mudah menderita kanker esofagus adalah mereka yang memiliki gangguan sistem pencernaan, mempunyai riwayat keluarga yang menderita kanker esofagus dan kanker lambung, serta ada peradangan kronis dan polyp di bagian esofagus. Orang yang mengkonsumsi minuman keras terus menerus, perokok aktif juga rentan terkena kanker esofagus. Untuk pola makanan yang kita asup pun dapat menjadi pembawa bibit kanker esofagus, seperti mengkonsumsi makanan fermentasi atau telah lama berjamur.
Sesuai dengan perkembangan kanker esofagustersebut akan timbul gejala-gejala seperti, susah menelan seperti tersumbat dan timbul rasa sakit, tulang dada belakang terasa sakit, dan kurang nyaman di saluran esofagus. Selain rasa sakit di daerah dada dan saluran pernafasan, juga timbul rasa sakit di perut bagian atas.

Jenis kanker esophagus dapat dibagi menjadi empat, yang paling umum adalah karsinoma sel skuamosa, menyumbang lebih dari 90% dari proses perkembangan kanker dan tingkat yang lambat difusi, oleh karena itu, jiak telah terdeteksi sejak dini, bisa dengan operasi, kemoterapi, dan radioterapi untuk pengendalian kanker. Sisanya dari adenokarsinoma esophagus, sel karsinoma kecil dibedakan, karsinosarkoma adalah jenis yang sangat jarang dari kanker esophagus tapi tingkat kerusakannya sangat tinggi.
Untuk pemeriksaan terhadap kanker esofagus berupa, X-ray barium meal, CT-Scan, esophagofibero-scope, dan endoscopy kemudian bisa langsung melakukan pemeriksaan biopsy untuk memastikan diagnosa kanker esofagus.
Pada umumnya pengobatan kanker esofagus stadium awal adalah dengan operasi. Untuk kanker esofagus stadium akhir dan terjadi pada saluran esofagus bagian atas, pilihan utama pengobatannya adalah dengan radioterapi dan juga kemoterapi.
Modern Hospital GuangZhou, cina menerapkan metode baru untuk membantu pengobatan terhadap kanker esofagus yaitu dengan metode gabungan timur-barat, menggabungkan beberapa metode yang tepat sasaran, aman, efek samping minimal, dan hasil maksimal.
Metodenya berupa : Terapi Photodynamic, dengan sinar laser untuk mematikan sel kanker esofagus, penanaman partikel seed dengan proses radiasi untuk mematikan sel kanker esofagus, dan tidak berefek terhadap jaringan disekitarnya. Metode pengobatan lainnya dengan penyangga esofagus untuk mencegah penyumbatan yang disebabkan oleh kanker esofagus, transarterital intercurrent local chemotheraphy, therapy immune dan superconducting genetic theraphy, dan pengobatan herbal. Selain itu, diterapkan terapi psikis dan olahraga untuk membantu proses pengobatan, disamping metode-metode terapi yang dijalankan.
Untuk mendapatkan hasil pengobatan terhadap kanker esofagus yang lebih maksimal, sebaiknya dilakukan dengan metode pengobatan yang tepat serta usaha dari dokter dan pasien penderita kanker esofagus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar