Kenali Dan Pahami Kanker Payudara
Data WHO menunjukkan bahwa 78% kanker payudara terjadi pada wanita usia 50 tahun ke atas. Hanya 6%-nya terjadi pada mereka yang berusia kurang dari 40 tahun. Meski demikian, kian hari makin banyak penderita kanker payudara yang berusia 30-an. Oleh karena itu jika Anda termasuk golongan yang beresiko tinggi, meski baru berusia 30-an, tak ada salahnya untuk lebih bersikap waspada terhadap perubahan yang terjadi pada payudara Anda.
Hampir 85% pasien kanker payudara datang ke rumah sakit dalam keadaan stadium lanjut. Hal ini akan mempengaruhi prognosis dan tingkat kesembuhan pasien. Padahal jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal, maka tingkat kesembuhan pasien akan sangat baik.
Untuk menemukan kanker payudara dalam stadium awal, yang diperlukan adalah deteksi dini. Dianjurkan kepada perempuan di bawah usia 35 tahun untuk melakukan USG payudara dan perempuan dengan usia di atas 35 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mammografi satu tahun sekali. Dengan melakukan deteksi dini maka jika akan mudah ditemukan jika ada tumor dalam ukuran yang masih kecil sekalipun dan akan lebih cepat dilakukan tindakan pengobatan ataupun operasi.
Tanda awal dari kanker payudara adalah ditemukannya benjolan yang terasa berbeda pada payudara. Jika ditekan, benjolan ini tidak terasa nyeri. Awalnya benjolan ini berukuran kecil, tapi lama kelamaan membesar dan akhirnya melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau puting susu.
Gejala-gejala yang menandakan adanya serangan kanker payudara yang umum dapat dilihat dan dirasakan sendiri:
1. Timbul benjolan pada payudara yang dapat diraba dengan tangan, makin lama benjolan ini makin mengeras dan bentuknya tidak beraturan
2. Bentuk, ukuran atau berat salah satu payudara berubah
3. Timbul benjolan kecil dibawah ketiak
4. Keluar darah, nanah, atau cairan encer dari puting susu
5. Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk
6. Bentuk atau arah puting berubah, misalnya puting susu tertekan ke dalam
1. Timbul benjolan pada payudara yang dapat diraba dengan tangan, makin lama benjolan ini makin mengeras dan bentuknya tidak beraturan
2. Bentuk, ukuran atau berat salah satu payudara berubah
3. Timbul benjolan kecil dibawah ketiak
4. Keluar darah, nanah, atau cairan encer dari puting susu
5. Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk
6. Bentuk atau arah puting berubah, misalnya puting susu tertekan ke dalam
Setiap perempuan mempunyai risiko untuk terkena kanker payudara. Namun ada beberapa perempuan yang mempunyai faktor risiko lebih tinggi untuk terkena kanker payudara dibandingkan dengan perempuan lain. Faktor risiko artinya faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya kanker payudara pada perempuan. Jika seorang perempuan mempunyai faktor risiko, belum tentu dia akan terkena kanker payudara. Namun seorang perempuan tadi mempunyai peluang yang lebih besar untuk terkena kanker payudara dibandingkan dengan perempuan yang mempunyai faktor risiko rendah dalam dirinya.
Faktor-faktor risiko yang memungkinkan terjadinyakanker payudara adalah :
• Perempuan yang tidak menikah, tidak hamil, dan tidak menyusui
• Perempuan dengan riwayat tumor jinak payudara
• Perempuan yang mempunyai keluarga garis keturunan ibu (ibu, bibi, saudara perempuan) yang menderita kanker payudara
• Perempuan yang menggunakan KB hormonal (pil, suntik)
• Sering mengkonsumsi makanan berlemak
• Perempuan yang menstruasi pertama kali di bawah usia 12 tahun
• Perempuan yang menopause di atas usia 50 tahun
• Perempuan yang tidak menikah, tidak hamil, dan tidak menyusui
• Perempuan dengan riwayat tumor jinak payudara
• Perempuan yang mempunyai keluarga garis keturunan ibu (ibu, bibi, saudara perempuan) yang menderita kanker payudara
• Perempuan yang menggunakan KB hormonal (pil, suntik)
• Sering mengkonsumsi makanan berlemak
• Perempuan yang menstruasi pertama kali di bawah usia 12 tahun
• Perempuan yang menopause di atas usia 50 tahun
Sel kanker merupakan sel yang mengalami pertumbuhan abnormal. Begitu juga dengan sel kanker payudara, sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab spesifik kanker payudara. Walaupun demikian, terdapat sejumlah faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara, antara lain:
- perubahan sifat pertumbuhan sel payudara menjadi ganas
- tubuh gagal membangun sistem pertahanan tubuh
- faktor gizi yang buruk pada makanan yang dimakan
- penggunaan hormon estrogen (misalnya pada pengguna terapi estrogen replacement)
- payudara yang sering diremas / dipencet
- minum alkohol dan merokok
- obesitas pada wanita setelah menopause: diet berpengaruh terhadap keganasan sel kanker
- konsumsi lemak dan serat
- radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas; tergantung dosis dan umur saat terkena paparan radiasi
- faktor genetik dan riwayat keluarga (hubungan dengan gen tertentu)
Ada begitu banyak kemungkinan penyebab kanker payudara, dan mungkin saja perkembangan sel kanker tersebut dipicu oleh kombinasi beberapa faktor di atas. Yang bisa Anda lakukan adalah memperhatikan hal-hal yang disebutkan di atas dan selalu waspada. Lakukan pemeriksaan rutin terhadap payudara Anda untuk deteksi dini adanya kanker.
Pencegahan merupakan hal yang paling penting daripada pengobatan. Pencegahan juga jauh lebih murah daripada pengobatan.Untuk mencegah kanker payudara, ada hal yang sangat mudah dan tanpa harus mengeluarkan biaya.
Pencegahan Kanker payudara dengan cara:
- Hindari penggunaan BH yang terlalu ketat dalam waktu lama
- Hindari banyak merokok dan mengkonsumsi alkohol
- Lakukan pemeriksaan payudara sendiri, setiap bulan
- Hindari terlalu banyak terkena sinar-x atau jenis-jenis radiasi lainnya
- Jaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran segar. Sebaiknya sering mengkonsumsi kedelai serta produk olahannya, seperti tahu, tempe, dan susu kacang kedelai, sebab kedelai mengandung phyto estrogen, yaitu genistein, yang bermanfaat untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara
- Lakukan olahraga secara teratur
- Hindari terlampau banyak makan makanan berlemak tinggi
- Atasi stress dengan baik, misalnya lewat relaksasi dan meditasi
- Makanlah lalap kunir puti (temu mangga) lebih kurang dua ruas jari setiap hari
- Melakukan SADARI ( Periksa Payudara Sendiri) secara rutin setiap bulan
Studi terkini tentang kanker payudara menyatakan, wanita berisiko terserang kanker payudara 100 kali tinggi daripada pria. Menurut statistik penelitian, kanker payudara juga terjadi 400 kali lebih sering pada wanita berusia 50 tahun dibandingkan dengan mereka yang berusia 20 tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar