Kanker Kolon, Penyebarannya Lambat Namun Mematikan
Kanker kolon menjadi salah satu penyakit yang perjalanannya lambat. Diperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk terbentuknya kanker kolon itu adalah 15 hingga 20 tahun. Kanker kolon adalah kanker yang tumbuh di daerah usus besar (kolon) dan anus (rektum). Kanker ini merupakan jenis kanker yang paling dipengaruhi oleh gaya hidup, yakni asupan makanan tinggi lemak dan protein serta rendah serat.
Umumnya penyakit kanker usus dialami penderita yang berusia di atas 40 tahun. Namun kini banyak orang muda berusia di bawah 40 tahun didiagnosa menderita penyakit ini. Gaya hidup ditengarai sebagai pemicu munculnya penyakit kanker usus pada usia muda.
Kanker kolon (usus besar) menempati urutan keempat di kelompok penyakit kanker sebagai penyebab kematian. Tingkat kematiannya mencapai 608 ribu kematian di seluruh dunia. Sementara itu, sebanyak 60 persen kasus justru terjadi di negara berkembang. Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan gaya hidup dan pola makan masyarakat yang kebarat-baratan.
Mula-mula gejalanya tidak jelas, seperti berat badan menurun (sebagai gejala umum keganasan) dan kelelahan yang tidak jelas sebabnya. Setelah berlangsung beberapa waktu barulah muncul gejala-gejala lain yang berhubungan dengan keberadaan tumor dalam ukuran yang bermakna di usus besar. Makin dekat lokasi tumor dengan anus biasanya gejalanya makin banyak. Bila kita berbicara tentang gejala tumor usus besar, gejala tersebut terbagi tiga, yaitu gejala lokal, gejala umum, dan gejala penyebaran (metastasis).
Gejala lokalnya adalah :
- Perubahan kebiasaan buang air
- Perubahan frekuensi buang air, berkurang (konstipasi) atau bertambah (diare)
- Sensasi seperti belum selesai buang air, (masih ingin tapi sudah tidak bisa keluar) dan perubahan diameter serta ukuran kotoran (feses). Keduanya adalah ciri khas dari kanker kolorektal
- Perubahan wujud fisik kotoran/feses
- Feses bercampur darah atau keluar darah dari lubang pembuangan saat buang air besar
- Feses bercampur lendir
- Feses berwarna kehitaman, biasanya berhubungan dengan terjadinya perdarahan di saluran pencernaan bagian atas
- Timbul rasa nyeri disertai mual dan muntah saat buang air besar, terjadi akibat sumbatan saluran pembuangan kotoran oleh massa tumor
- Adanya benjolan pada perut yang mungkin dirasakan oleh penderita
- Timbul gejala-gejala lainnya di sekitar lokasi tumor, karena kanker dapat tumbuh mengenai organ dan jaringan sekitar tumor tersebut, seperti kandung kemih (timbul darah pada air seni, timbul gelembung udara, dll), vagina (keputihan yang berbau, muncul lendir berlebihan, dll). Gejala-gejala ini terjadi belakangan, menunjukkan semakin besar tumor dan semakin luas penyebarannya
Gejala umumnya adalah :
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas (ini adalah gejala yang paling umum di semua jenis kanker)
- Hilangnya nafsu makan
- Anemia, pasien tampak pucat
- Sering merasa lelah
- Kadang-kadang mengalami sensasi seperti melayang
Kanker kolon ini cenderung menyebar secara lambat dan terlokalisir atau tidak menyebar ke bagian lain, dalam waktu yang lama. Dengan demikian, kanker ini dapat diobati. Jika terdeteksi secara dini dan segera diobati sebelum menyebar ke limfomodus, kesempatan untuk hidup lebih besar.
Kelainan ini biasanya dimulai dengan pembengkakan seperti kancing pada permukaan lapisan usus atau pada polip. Kemudian kanker akan mulai memasuki dinding usus, kelenjar getah bening hingga hati. Pada Stadium 0. Ada sel abnormal atau polip yang ditemukan di bagian terdalam lapisan usus besar.
Stadium I, polip mulai berkembang menjadi kanker dan menyebar ke bagian tengah lapisan usus besar tapi belum menembus usus. Harapan hidup dalam lima tahun 85-95 persen. Stadium II, kanker menyebar ke organ-organ terdekat. Biasanya sudah menembus usus. Harapan hidup lima tahun 60-80 persen.
Stadium III, kanker sudah menyebar ke dinding ke organ-organ terdekat serta kelenjar getah bening. Harapan hidup sampai dengan lima tahun 30-60 persen. Stadium IV, kanker sudah mengenai kelenjar getah bening dan organ lain seperti hati dan paru-paru. Harapan hidup lima tahun kurang dari 5 persen.
Gaya hidup modern seperti makan tidak teratur dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan olahan, bukan saja memaksa usus besar menghadapi berbagai kebiasaan tidak alami, tapi juga mengundang risiko mengidap penyakit yang berujung pada kematian, yakni kanker kolon (kanker kolorektal).
Melalui berbagai penelitian epidemiologis, telah terbukti peran serat sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan komponen penting dalam terapi gizi. Kecukupan konsumsi serat pangan dari sayur dan buah pada pola makan sehari-hari dapat mengurangi risiko kanker usus hingga 40%.
Pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang kaya serat, vitamin, dan mineral serta berolahraga secara teratur menjadi upaya pencegahan penyakit sejak dini. Lakukan tes kesehatan secara berkala terutama yang berkaitan dengan faktor genetis untuk mendeteksi gejala dan penyebab kanker kolonsejak dini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar