Kanker Usus Besar
Sebagai saluran terakhir pencernaan makanan, usus berpotensi terkena kanker dari makanan yang kita konsumsi. Kanker usus besar merupkan kanker yang menyerang usus besar manusia. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kanker usus besar, salah satunya adalah dari makanan, Kanker usus besar merupakan kanker yang berbahaya. Jika tidak cepat diobati, maka kanker usus besar akan mengancam nyawa manusia.
Kanker usus besar merupakan jenis kanker yang terbentuk di dalam rektum atau usus besar. Kanker usus besar biasanya dimulai sebagai polip jinak yang berasal dari kelenjar yang melapisi usus. Para ahli juga mencatat bahwa ada beberapa bukti bahwa pilihan gaya hidup yang tidak sehat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker usus besar, termasuk diet tinggi lemak, rendah serat dengan konsumsi tinggi daging merah, konsumsi alkohol, dan merokok.
Kanker usus besar atau disebut juga kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker ganas yang tumbuh pada permukaan usus besar (kolon) atau anus (rectum). Kanker usus besar adalah kanker yang amat dipengaruhi lingkungan dan gaya hidup. Nah berikut ini ada beberapa penyebab kanker usus besar yang harus Anda ketahui.
1. Makanan (Diet)
Diet atau makanan menjadi salah satu faktor risiko penting dalam timbulnya kanker usus. Pengaturan terhadap makanan menjadi salah satu hal yang penting untuk mencegah timbulnya kanker ini.
Meskipun tidak ada makanan yang dapat mengakibatkan kanker, makanan yang kita makan dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus karena sisa makanan pada proses pencernaan akan melewati usus atau usus besar, tandas Susan Cohan Kasdas dari Colon Cancer Foundation.
Ketika melewati usus besar, sisa makanan akan bersinggungan dengan sel-sel usus besar sehingga senyawa-senyawa karsinogenik yang terdapat dalam sisa makanan dapat mempengaruhi sel-sel tersebut.
2. Makanan tinggi lemak
Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak seperti fast food dan gorengan adalah salah satu penyebab kanker usus. Selain gaya hidup, polip pada usus juga dianggap meningkatkan resiko penyakit kanker ini.
3. Bakteri dalam makanan
Menurut Physicians Committee for Responsible Medicine, bakteri juga memiliki peranan dalam timbulnya kanker usus. Bakteri dapat mengubah asam empedu, yang dikeluarkan oleh tubuh untuk membantu pencernaan lemak, menjadi suatu senyawa-senyawa yang dapat memicu kanker.
Senyawa-senyawa tersebut disebut sebagai asam empedu sekunder. Asam empedu secara normal dikeluarkan oleh tubuh untuk mencerna lemak. Semakin banyak lemak yang dikonsumsi, maka asam empedu yang dikeluarkan oleh tubuh akan semakin banyak pula.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika beberapa bahan makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging merah, serta daging dan makanan olahan lain yang berkadar lemak tinggi seperti keju, dapat meningkatkan risiko kanker usus.
4. Minuman alkohol
Konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker usus seperti halnya makanan yang kaya akan gula, menurut World Cancer Research Fund.
Penggantian protein atau lemak hewani dengan protein atau lemak nabati dapat mencegah asupan kalori sehingga dapat menurunkan risiko obesitas yang merupakan salah satu faktor risiko dari kanker usus.
5. Faktor Keturunan
Faktor keturnan merupakan faktor utama penyebab kanker usus besar keluarga yang memiliki riwayat memiliki kanker usus besar beresiko mengidap kanker usus besar lebih besar dibandingkan dengan riwayat keluarga yang tidak memiliki kanker usus besar.
Berikut ini beberapa gejala dari kanker usus besar yang perlu Anda ketahui :
Perubahan kebiasaan usus
Salah satu gejala awal dari kanker usus besar adalah perubahan kebiasaan buang air besar secara teratur. Diare atau sembelit yang tidak umum dapat terjadi. Sebuah perubahan konsistensi tinja selama lebih dari beberapa pekan merupakan perubahan kebiasaan buang air besar dan harus didiskusikan dengan dokter. Tanda peringatan lain adalah adanya darah dalam tinja atau perdarahan rektum, meskipun terkadang darah dalam tinja sering tak terlihat.
Perut tidak nyaman
Nyeri perut dan muncul rasa tidak nyaman juga menjadi salah satu gejala kanker usus besar. Gas dan kram sering terjadi, terutama jika usus besar terhambat oleh tumor kanker yang memblokir jalur normal pada saluran pencernaan. Nyeri di daerah perut dapat terjadi pada kanker usus besar. Beberapa pasien mengalami perasaan seperti usus tidak pernah kosong.
Gangguan berat badan
Gejala kanker usus besar juga dapat hadir dengan penurunan berat badan yang tidak disengaja. Diare kronis pada kanker usus menyebabkan penurunan penyerapan gizi dan mungkin menjadi penyebab penurunan berat badan. Juga, nafsu makan yang rendah menyebabkan asupan menurun. Anemia atau rendahnya tingkat zat besi dalam darah dapat terjadi jika kanker usus besar menyebabkan perdarahan dan ini juga dapat dikaitkan dengan asupan nutrisi yang menurun, serta penurunan berat badan.
Pencegahan yang dapat dilakukan
- Hindari makanan yang mengandung tinggi lemak, protein, kalori, serta daging merah. Jangan melupakan konsumsi kalsium dan asam folat.
- Disarankan mengkonsumsi vitamin E dan vitamin D yang dapat membantu memperkuat kerja system imun.
- Makan buah dan sayuran setiap hari.
- Pertahankan IMT (Indeks Massa Tubuh)
- Lakukan aktivitas fisik
- Hindari kebiasaan merokok
Demikianlah pembahasan mengenai kanker usus besar. Setelah mengetahui gejala, penyebab dan cara pencegahannya, semoga Anda terhindari dari penyakit kanker ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar