Minggu, 13 Oktober 2013

Informasi Seputar Kanker Kandung Kemih


Kanker kandung kemih adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya. Walaupun jarang terjadi dan hanya diderita oleh orang yang berusia di atas 30 tahun, penyakit kanker kandung kemih harus diwaspadai. Dinding kandung kemih terdiri atas sel transisional dan sel skuamosa. Kanker kandung kemih sebagian besar berasal dari pertumbuhan sel transisional pelapis dinding kandung kemih yang tak terkendali. Sedangkan sebagian kecil kanker kandung kemih akibat karsinoma sel skuamosa di dinding kandung kemih.
Bladder cancer atau kanker kandung kemih adalah jenis kanker yang berkembang di daerah kandung kemih, organ berbetuk balon terletak di bagian panggul yang menyimpang urin.  Kebanyakan kanker ini diawali pada sel-sel yang melapisi bagian dalam kandung kemih. Kanker ini biasanya menyerang orang dewasa, meskipun semua tingkatan umur memiliki peluang yang sama. Umumnya, kanker ini terdiagnosa pada tahap awal perkembangan, di mana kanker ini masih dapat diobati.
Kanker Kandung Kemih
Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker kandung kemih. Kanker kandung kemih memiliki keterkaitan dengan merokok, infeksi parasit, radiasi dan terkena zat kimia. Kanker kandung kemih terjadi karena mutasi sel. Mutasi ini menyebabkan sel tumbuh dengan tidak terkendalikan dan kemudian hidup ketika sel lainnya mati.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker kandung kemih antara lain:
  • Pertambahan usia. Kanker kandung kemih akan berpotensi lebih besar terjadi pada seseorang yang berusia lanjut dibandingkan seseorang yang berusia lebih muda.
  • Perokok. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa merokok adalah faktor risiko utama dari kanker kandung kemih.
  • Lingkungan pekerjaan. Ada sejumlah pekerjaan yang memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker ini. Hal ini disebabkan karena lingkungan pekerjaannya banyak mengandung bahan-bahan karsinogenik atau penyebab kanker, diantaranya arsenic. Pekerjaan yang mengandung risiko ini misalnya pekerja di industri karet, industri bahan kimia, maupun industri kulit.
  • Infeksi. Sejumlah kanker kandung kemih disebabkan oleh infeksi parasit atau disebut juga skistosomiasis.
  • Ras. Orang yang berkulit putih memiliki resiko dua kali lebih besar mengidap kanker kandung kemih, dibandingkan orang-orang berkulit gelap. Resiko terkecil terdapat pada orang di daerah Asia.
  • Jenis kelamin. Pria memiliki risiko dua kali lebih besar mengidap kanker kandung kemih dibandingkan wanita.
  • Riwayat keluarga. Anggota keluarga yang pernah mengidap kanker kandung kemih, merupakan sebuah potensi faktor risiko bagi anggota keluarga yang lain untuk mengidap kanker ini.
  • Penggunaan obat anti kanker cyclophosphamide (Cytoxan) untuk kanker sebelumnya.
  • Radang kandung kemih kronis.
Secara umum, kanker kandung kemih mempunyai beberapa gejala, di antaranya adanya darah dalam air seni, hal ini disebut dengan hematuria. Gejala yang lainnya adalah munculnya rasa terbakar atau rasa nyeri ketika seorang penderita sedang kencing. Munculnya desakan untuk kencing dalam selang waktu yang cukup singkat juga merupakan gejala awal dari kanker kandung kemih.
Perlu diketahui, bahwa gejala kanker kandung kemih, mirip dengan gejala infeksi kandung kemih. Dan dua penyakit ini bisa terjadi dalam waktu yang relative bersamaan. Ketika pengobatan infeksi kandung kemih dilakukan, namun rasa nyeri dalam kandung kemih masih belum hilang, maka patut dicurigai bahwa penyakit yang ada di dalam kandung kemih adalah kanker kandung kemih.
Meskipun tidak ada garansi untuk mencegah kanker kandung kemih, tetapi anda dapat mengambil langkah untuk mengurangi risiko anda terkena kanker kandung kemih. Antara lain:
•    Tidak merokok.
•    Hati-hati terhadap zat kimia yang ada di lingkungan anda.
•    Minum air secukupnya agar zat racun dapat terbuang bersamaan dengan urin.
•    Pilih bahan makanan buah atau sayuran.
Adapun pengobatan yang bisa Anda lakukan terhadap kanker kandung kemih, yakni :
Apabila kanker kandung kemih hanya terbatas pada kandung kemih atau hanya berada di lapisan otot paling atas, kanker tersebut bisa diangkat seluruhnya dengan sistoskopi. Sayangnya, pengangkatan seringkali membentuk kanker baru di tempat yang sama dalam selang waktu tertentu.
Karena itu perlu diberikan kemoterapi, yaitu pemberian obat antikanker ke dalam kandung kemih, setelah sel-sel kanker diangkat seluruhnya. Bisa juga dilakukan penyinaran untuk membunuh sel-sel kanker.
Apabila kanker yang tumbuh telah menembus dinding kandung kemih, maka sel-sel kanker tersebut tidak akan mampu diangkat oleh sistoskopi semata. Yang harus dilakukan adalah pengangkatan sebagian atau seluruh kandung kemih.
Hal ini disebut dengan sistektomi. Jika kandung kemih terpaksa diangkat seluruhnya, maka penderita kanker harus dipasangi sebuah alat untuk membuang air kemih. Alat tersebut dipasangkan secara internal dalam dinding usus dan juga bisa dipasang secara eksternal, dengan memberikan lubang pada dinding perut.
Pemasangan alat tersebut tentu sangat mengganggu aktivitas penderita kanker kandung kemih. Karena itu sangatlah penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan, dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang alami dan menyehatkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar