Minggu, 13 Oktober 2013

Waspadai Sariawan Pemicu Kanker Rongga Mulut

t
Umumnya, banyak orang yang menyepelekan sariawan. Ini karena biasanya luka di rongga mulut atau bibir ini bisa muncul dan menghilang dalam waktu cepat.Namun ternyata, sariawan yang terjadi berulang atau tidak sembuh-sembuh dalam waktu lama harus di waspadai karena ada kemungkinan itu adalah salah satu gejala kanker rongga mulut atau oral cancer.
Sariawan yang lama bertahan di rongga mulut, termasuk di bibir bagian dalam, gusi, dinding mulut, bisa jadi merupakan gejala awal penyakit kanker rongga mulut. Kadang-kadang di ikuti dengan infeksi yang menyebabkan gigi terasa goyang. Saat ini lah perlu diagnosis tepat. Sebab pencabutan gigi tersebut justru akan memudahkan penyebaran kanker ke organ vital tubuh lainnya. Mulai dari kepala, kelenjar getah bening, paru-paru hingga lever.
Sebetulnya dalam kondisi normal, sariawan bisa sembuh sendiri dalam 3-14 hari. Namun jika sariawan tak kunjung sembuh setelah dua minggu, ada baiknya di periksakan ke dokter. Sebab sariawan yang masih bertahan setelah lewat dua minggu, apalagi tidak terasa sakit, merupakan salah satu gejala awal penyakit kanker rongga mulut. Biasanya diikuti gejala lain yaitu bengkaknya kelenjar getah bening di sekitar leher yang menimbulkan nyeri. Indikasi penyakit kanker rongga mulut makin di perkuat oleh gigi goyang akibat infeksi.
Kanker rongga mulut atau biasa di sebut dengan kanker mulut merupakan kanker yang terjadi di dalam/area mulut. Kanker ini biasanya biasanya tidak di ketahui keberadaannya, hingga sampai stadium lanjut baru dapat di rasakan sakit pada daerah mulut (kanker).
Kanker rongga mulut termasuk penyakit berbahaya. Bisa disembuhkan namun banyak yang tidak dapat tertolong lantaran deteksi yang terlambat. Kanker ini menyerang rongga mulut dan faring. Yang disebut faring ialah saluran antara rongga hidung, rongga mulut dan kerongkongan. Penyakit kanker rongga mulut masih memiliki harapan untuk disembuhkan asal terdeteksi sejak dini. Karena itu waspadai ketika sariawan mendekam di mulut lebih dari dua minggu tanpa terasa sakit.
Kanker Rongga Mulut
Kanker rongga mulut dapat juga dideteksi dini sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter ahli bedah mulut.
sebagian besar dokter dan dokter gigi menyarankan agar seseorang berperan aktif dalam deteksi dini keganasan dalam rongga mulut dengan cara melakukan pemeriksaan sendiri setiap bulan.
Deteksi dini kanker rongga mulut ini bertujuan untuk mengenali atau mencurigai terdapatnya kanker ronggo mulut pada tahap awal.Pemeriksaan rongga mulut merupakan bagian yang penting dari evaluasi fisik dalam deteksi dini keganasan rongga mulut. Sehingga pengobatan yang cepat dan tepat akan memberikan hasil yang memuaskan dengan prognosa baik.
Berikut tanda-tanda dini yang dapat ditemukan untuk kanker rongga mulut.
1. Adanya luka pada wajah, leher kepala atau mulut yang tidak sembuh dalam waktu 2 minggu.
2. Pembekakan, benjolan pada bibir, gusi atau daerah lainnya di dalam rongga mulut.
3. Adanya tanda kemerahan, pengerasan di sekitar rongga mulut.
4. Pendarahan yang berulang di dalam rongga mulut.
5. Parasthesia, nyeri di sekitar wajah, mulut atau leher.
6. Nyeri pada telinga.
7. Kesulitan pada menggerakkan rahang atau lidah.
8. Pembekakan rahang sehingga gigi tiruan menjadi tidak fit dan stabil.
9. Perubahan suara.
10. Massa di leher.
11. Kehilangan berat badan.
Tanda-tanda kanker rongga mulut yang muncul biasanya berupa gambaran keputihan (leukoplakia ) dan kemerahan (erythroplakia ) pada sariawan atau luka. Setelah itu, luka akan berubah menjadi tukak (menonjol) dan terasa keras. Gejala lain misalnya rasa nyeri dan kelenjar getah bening di leher terasa sakit dan sedikit bengkak.
Kebersihan Rongga Mulut
Sariawan atau luka di rongga mulut yang berulang-ulang memang tidak selalu menyebabkan kanker rongga mulut. Faktor kebersihan rongga mulut (oral hygiene ) yang jelek juga bisa memicu kanker rongga mulut. Menurut Arman, kebanyakan orang malas membersihkan rongga mulut. Padahal rongga mulut merupakan organ yang paling sering dipakai. “Misalnya untuk makan dan minum, mulai bibir, gigi, lidah,” terang Arman.
Kanker rongga mulut juga bisa disebabkan seringnya mengonsumsi bahan kimia yang merangsang atau mengiritasi mulut seperti merokok dan minum alkohol. “Kebiasaan makan sirih, yang  bisa mengubah sel-sel mulut menjadi keganasan, dan iritasi pada gigi juga bisa menjadi penyebab kanker rongga mulut,” lanjut Arman.
Nyeri Luar Biasa
Data menunjukkan, kanker rongga mulut umumnya diderita oleh orang dewasa, lebih banyak diderita perempuan dibanding laki-laki. Dan, hingga saat ini, angka kejadian kanker rongga mulut memang jauh lebih sedikit dibanding kanker jenis lain, yakni “hanya” sekitar 10 persen. Namun, meski kecil, tingkat survival rate  penderitanya ternyata juga jauh lebih kecil.
Pasalnya, kanker rongga mulut tergolong jenis kanker yang berbahaya dan sulit disembuhkan. Banyaknya persarafan di seputar rongga mulut juga membuat nyeri yang dialami penderita kanker rongga mulut lebih menyakitkan dibandingkan kanker jenis lain.
Selain itu, banyak pasien kanker rongga mulut juga tidak mampu bertahan hidup karena tidak bisa menerima asupan makanan lagi. Jangankan kanker, sariawan biasa saja sudah membuat penderita sulit makan.
Penyebaran kanker rongga mulut juga paling cepat, sementara pengobatannya termasuk yang paling sulit. “Belum lagi  kebanyakan penderita datang sudah dalam stadium lanjut,” lanjut Arman. Padahal penanganan kanker, termasuk kanker rongga mulut, akan jauh lebih mudah dan berhasil jika penderita datang pada stadium dini. Apalagi, teknologi pengobatan pun kini semakin berkembang sehingga penderita memiliki banyak opsi penyembuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar