Minggu, 13 Oktober 2013

Mewaspadai Bahaya Kanker Hati

kanker-hati
Kanker hati atau liver adalah tumor ganas yang tumbuh di liver, termasuk kanker liver primer dan metastase. Kanker hati adalah salah satu tumor ganas yang paling sering dijumpai dalam klinis. Berdasarkan hasil survey terkini, di dunia setiap tahunnya ada 60.000 pasien baru kanker hati, insiden kanker hati berada pada urutan keenam dari daftar seluruh insiden kanker, tingkat kematian berada pada urutan ke tiga.
Vietnam, Filipina, Malaysia, Singapura serta negara Asia Timur dan Asia Tenggara ataupun sekitarnya merupakan daerah-daerah insiden kanker hati yang tertinggi. Pasien kanker hati ada pada usia setengah baya dan lanjut usia. Antara usia 50-60 adalah usia rentan terjangkit kanker hati. Pada umumnya, pasien kanker hati pria adalah 7- 10 kali lipat dari pasien kanker hati wanita. Yang layak disyukuri adalah seiring dengan berkembangnya teknologi medis, kini telah tersedia berbagai macam metode pengobatan yang bermanfaat, dengan demikian memberi pasien kanker hati mendapatkan harapan baru.
Penyakit k anker hati adalah satu dari 12 jenis kanker yang mematikan di dunia ini. Kanker hati memiliki kakteristik penyebaran tersendiri dalam tubuh pasien. Bersifat metastatis yang membuatnya mampu bermutasi ke organ lain untuk menyebarkan efek buruknya.
Penyakit Kanker hati disebabkan oleh adanya virus, bakteria yang menginangi hati dan menyebabkan hati mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali. Sel kanker hati menyebabkan organ hati kehilangan fungsi utamanya sebagai penawar racun dan pereduksi efek buruk bahan-bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh.
Hingga saat ini, penyebab langsung kanker hati masih belum diketahui dengan jelas, namun pasti berhubungan dengan berbagai faktor berikut:
  1. Hepatitis kronis : Virus hepatitis berhubungan dengan patogenesis kanker hati, data menunjukkan bahwa lebih dari 30% pasien kanker hati memiliki sejarah hepatitis kronis, hepatitis B adalah yang paling sering dijumpai.
  2. Sirosis liver : Pengamatan medis menunjukkan bahwa sekitar 50% – 90% pasien kanker hati mengalami proses sirosis yang berbeda, maka dari itu pasien sirosis seharusnya segera berobat dan melakukan pemeriksaan secara berkala, guna mengantisipasi terjadinya kanker hati.
  3. Mengkonsumsi air yang terkontaminasi dalam jangka panjang.
  4. Mengkonsumsi makanan berjamur dalam jangka panjang.
  5. Mengkonsumsi makanan yang diasinkan, digoreng, diasapkan dalam jangka panjang.
Selain daripada itu, penyakit parasit ( terutama yang dimaksudkan adalah penyakit parasit liver ), banyak mengkonsumsi alkohol jangka panjang, polusi lingkungan dan sebagainya juga merupakan faktor penyebab kanker hati.
Gejala kanker hati yang sering dijumpai adalah :
  1. Nafsu makan menurun secara signifikan, bagian perut kembung, pencernaan tidak baik, terkadang mual, muntah.
  2. Perut bagian kanan atas sakit, muncul rasa sakit yang berkelanjutan atau berselang pada daerah liver, terkadang mengubah     posisi tubuh maka rasa sakit bertambah;
  3. Badan lemah, kurus, demam yang tidak jelas penyebabnya dan edema;
  4. Muncul penyakit kuning, asites, kulit gatal dan gejala lainnya;
  5. Sering mimisan, pendarahan pada subkutan.
Kanker Hati 2
Kemunculan kanker hati cenderung tersembunyi, pada stadium awal umumnya tidak dijumpai gejala apapun, namun ketika muncul gejala tertentu, kanker hati telah memasuki stadium medium dan lanjut, pada saat itu biasanya pasien telah kehilangan kesempatan untuk menjalani operasi, oleh karena itu general medical check-up sangat penting untuk dilakukan.
Hati adalah salah satu organ terbesar dalam tubuh. Kota ini terletak di bawah paru-paru kanan dan di bawah tulang rusuk. Hati ini dibagi menjadi dua cuping: lobus kanan dan kiri lobus. Protein diperoleh dengan hati dari portal vena, yang membawa darah gizi-kaya dari usus ke hati.
Penyebab utama kerusakan hati adalah:
1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.
2. Tidak buang air besar pada pagi hari.
3. Pola makan yang terlalu berlebihan (Daging panggang, sate, dan gorengan/minyak goreng yang tidak sehat.
Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng untuk menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil.) Masakan yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan atau bahkan Narkoba.
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan (penyedap rasa), zat pewarna, pemanis buatan.
7. Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak ½ matang.
8. Merokok atau menjadi perokok pasif.
Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan “jadwalnya “.
  • Malam hari pk 21.00 – 23.00 : ada lah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun(de-toxin) dibagian system antibody (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik (lebih baik lagi bila sudah tidur) . Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative untuk kesehatan.
  • Malam hari pkl 23.00 – dini hari 01.00 : saat proses de-toxin dibagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari pkl 01.00 – 03.00 : proses de-toxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari pkl 03.00 – 05.00 : de-toxin dibagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selam durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.. Bagi perokok pembersihan berlangsung dengan tidak sempurna.
  • Pagi pkl 05.00 – 07.00 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar.
  • Pagi pkl 07.00 – 09.00 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 06.30… Makan pagi sebelum pk 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 darip ada tidak makan sama sekali.
Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.
Maka dari itu hati-hatilah dengan hati supaya tidak terkena kanker hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar