Minggu, 13 Oktober 2013

Seputar Kanker Paru-paru


Kanker paru paru merupakan salah satu jenis kanker dari banyak macam kanker yang terjangkit pada manusia. Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling sering terjadi, baik pada pria maupun wanita. Kanker paru-paru juga merupakan penyebab utama dari kematian akibat kanker. Kanker paru terjadi ketika sel-sel di paru-paru menggandakan diri dan tumbuh tanpa dapat dikontrol oleh tubuh. Sebagian besar kasus kanker paru disebabkan oleh merokok atau merokok pasif. Polusi udara, paparan asbes, nikel, krom dan radiasi juga dapat memicu kanker ini. Zat-zat tersebut menyebabkan terlalu banyak rangsangan pada paru-paru sehingga sebagian sel-selnya tumbuh abnormal. Mereka terus tumbuh lebih jauh tanpa menanggapi kecenderungan genetik dan menjadi tumor atau kanker.
Awal mula kanker paru paru muncul masih belum bisa di pastikan namun selama ini telah berkembang dua teori yang bekembang :
  1. Teori pleuripotential cell oleh Auerbach, yang menjelaskan penyimpangan yang terjadi pada proses diferensiasi sel punca menjadi sel-sel lain.
  2. Teori sel kecil oleh Yesner, yang menjelaskan neoplasma sel kecil yang mengalami transformasi dan berevolusi menjadi sel kanker.
Kanker paru-paru dapat dibagi menjadi tiga: karsinoma sel kecil, karsinoma non sel kecil dan mesothelioma:
1. Karsinoma sel kecil
Sekitar 15% kanker paru adalah karsinoma sel kecil. Kanker ini tumbuh dan berkembang cepat. Pada kebanyakan orang, jenis kanker paru-paru ini terlambat ditemukan, ketika sudah tidak mungkin disembuhkan.
2. Karsinoma non-sel kecil
Ini adalah jenis yang paling umum, ditemukan pada sekitar 80 persen pasien. Kanker ini berkembang lambat melalui beberapa stadium dalam jaringan paru. Sel-sel yang diserang terutama adalah sel yang melapisi saluran ke paru-paru (bronkus utama) dan saluran udara yang lebih kecil.
3. Mesothelioma
Mesothelioma adalah kanker pada sel-sel membran pleura di paru-paru. Kanker ini jarang terjadi dan sangat terkait dengan paparan asbes. Perkembangan mesothelioma sangat lambat. Kadang-kadang 25-50 tahun berlalu antara paparan asbes dan perkembangan penyakit ini.
Dan ada kanker paru paru yang jarang terjadi yaitu :
  • Adenoma (bisa ganas atau jinak)
  • Hamartoma kondromatous (jinak)
  • Sarkoma (ganas)

kanker-paru-paru
Gejala kanker paru-paru tergantung kepada jenis, lokasi dan cara penyebarannya. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
  • Mengeluarkan dahak campur darah
  • Susah bernafas, nafas menjadi sesak
  • Sakit kepala dan nyeri pada tulang
  • Mengalami kelelahan yang hebat
  • Nafsu makan berkurang dan turun berat badan secara drastis
  • Suara kurang jelas atau serak
  • Pada wajah mengalami pembengkakan juga pada leher
Kanker bisa tumbuh ke dalam saraf tertentu di leher, menyebabkan terjadinya sindroma Horner, yang terdiri dari:
- penutupan kelopak mata
- pupil yang kecil
- mata cekung
- berkurangnya keringat di salah satu sisi wajah.
Kanker di puncak paru-paru bisa tumbuh ke dalam saraf yang menuju ke lengan sehingga lengan terasa nyeri, mati rasa dan lemah. Kerusakan juga bisa terjadi pada saraf pita suara sehingga suara penderita menjadi serak.
Kanker bisa tumbuh secara langsung ke dalam kerongkongan, atau tumbuh di dekat kerongkongan dan menekannya, sehingga terjadi gangguan menelan. Kadang terbentuk saluran abnormal (fistula) diantara kerongkongan dan bronki, menyebabkan batuk hebat selama proses menelan berlangsung, karena makanan dan cairan masuk ke dalam paru-paru.
Kanker paru-paru bisa tumbuh ke dalam jantung dan menyebabkan:
- irama jantung yang abnormal
- pembesaran jantung
- penimbunan cairan di kantong perikardial.
Kanker juga bisa tumbuh di sekitar vena kava superior. Penyumbatan vena ini menyebabkan darah mengalir kembali ke atas, yaitu ke dalam vena lainnya dari bagian tubuh sebelah atas:
- vena di dinding dada akan membesar
- wajah, leher dan dinding dada sebelah atas (termasuk payudara) akan membengkak dan tampak berwarna keunguan.
Keadaan ini juga menyebabkan sesak nafas, sakit kepala, gangguan penglihatan, pusing dan perasaan mengantuk. Gejala tersebut biasanya akan memburuk jika penderita membungkuk ke depan atau berbaring.
Kanker paru-paru juga bisa menyebar melalui aliran darah menuju ke hati, otak, kelenjar adrenal dan tulang. Hal ini bisa terjadi pada stadium awal, terutama pada karsinoma sel kecil. Gejalanya berupa gagal hati, kebingungan, kejang dan nyeri tulang; yang bisa timbul sebelum terjadinya berbagai kelainan paru-paru, sehingga diagnosis dini sulit ditegakkan.
Pengobatan
Pengobatan kanker paru-paru tergantung pada jenis dan seberapa jauh kanker berkembang. Perawatan untuk kanker paru-paru yang berhubungan dengan merokok biasanya dimulai dengan rencana tindakan untuk berhenti merokok. Metode terapi kanker paru sama dengan jenis pengobatan kanker pada umumnya yaitu:
1. Pembedahan
Jika kanker paru-paru non-sel kecil masih tumbuh terbatas, mungkin dapat dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor dan bagian dari jaringan di sekitarnya. Besarnya operasi mungkin melibatkan pengangkatan sebagian dari lobus, keseluruhan lobus, atau seluruh paru-paru. Karsinoma sel kecil biasanya tidak cocok untuk dioperasi.
2. Radioterapi
Dengan radiasi eksternal, sel-sel kanker dipapar radiasi dari luar untuk dihancurkan. Pada radiasi internal yang lebih sering digunakan, bahan radioaktif ditempatkan di dalam atau di dekat tumor. Sel-sel sehat lebih mudah sembuh oleh radiasi daripada sel-sel kanker. Radiasi digunakan saat operasi tidak memungkinkan karena kanker terlalu besar atau setelah operasi untuk menghilangkan sel-sel kanker yang tersisa.
3. Kemoterapi
Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk mengurangi atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Pengobatan ini sering dikombinasi dengan pembedahan atau radiasi. Obat-obatan dapat berupa tablet, suntikan atau infus.
Pengobatan lain meliputi: sinar laser, terapi listrik, perawatan sitostatik, iradiasi stereotaktik.
Demikian bahasan mengenai kanker paru-paru yang disarikan dan diambil dari berbagai sumber. Paru-paru adalah salah satu organ penting bagi manusia. Untuk itu perlu perhatian dan perawatan ekstra. Kalau bukan kita yang merawatnya, siapa lagi??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar